I said: "kiss me, you're beautiful - these are truly the last days" you grabbed my hand and we fell into it like a daydream or a fever
--Dead Flag Blues, Godspeed You! Black Emperor.
Untuk kesekian kalinya saya tertikam dengan luka serius, tidak bisa ditafsirkan dengan seberapa banyak jahitan yang dibutuhkan, tidak bisa juga melalui operasi oleh dokter dokter yang tangkas. Ini sebuah permainan perasaan, "it's just about lovelife, yes come and go.." banyak sekali orang yang berkata demikian, kenyataan itu pahit, lebih pahit dari rasa tinja kalian. Untuk sebuah mosi tidak percaya yang begitu sederhana namun menyakitkan, kemelencengan presepsi, harapan kosong, interpensi, dan putus asa. Tidak demi waktu yang selama ini saya habiskan 20 bulan lamanya atau setahun delapan bulan, itu bukan waktu yang singkat bung, untuk melepaskan sesuatu yang sangat dicintai dalam kurun waktu tersebut. Berat sangat berat, apa lacur, kondisi membawa kita dalam dimensi yang seperti ini, kenapa rumput tetangga selalu lebih subur? envy? selalu ada terus menerus, menjadikan rasa sesal yang semakin menjadi jadi, semakin tidak karuan, hampir melampaui batas. Unseen torture, unseen wound, unseen scars semuanya serba tak kasat mata, serba tak terlihat, namun dari tak terlihat itu lah, tingkat kesulitan untuk mendapatkan perawatan amatlah sulit. Memang saya tidak memperkeruh merumitkan semuanya, namun yang paling saya ingin muntahkan adalah semua kata kata yang tidak mau dibungkam dan layaknya sudah sedang menodong kepada diri saya sendiri untuk mengeluarkan mereka mereka ini. Biarkan tubuh yang penyakitan ini kuat untuk beberapa saat, hanya untuk melepaskan dan membiarkan semua yang terjadi dalam konteks external berjalan lebih baik, tanpa menghiraukan konteks internal yaitu batin, biarkanlah batin saya berkeluh kesah, sampai lesu dan enggan bercerita kembali karena mungkin telah dimatikan. Sebuah pilihan yang cukup menikam, dengan luka tikaman yang cukup dalam, semuanya berjalan diluar dugaan, sebenarnya ingin sekali saya merubah diri saya yang sekarang saya keluhkan, hanya butuh beberapa formula yang mesti dimasukkan kedalam sisi internal saya, sehingga bisa sampai dengan begitu kepada dimensi yang tidak mentakdirkan saya bersendu sendu seperti ini, karena mereka banyak berasumsi bahwa waktu tidak bisa diulang, ya memang fakta namun saya sangat menggebu gebu ingin berpindah dimensi, kepada dimensi yang membawa saya lebih baik, jauh lebih baik.
Yang paling diluar dugaan saya sangat meragukan kata kata "Tuhan akan memberikan ujian kepada manusia sesuai dengan kemampuan, sehingga setiap ujian pasti bisa dilewati manusia.." namun tanggapan ku ujian didatangkan Tuhan/Setan/Iblis/Dewa/Malaikat/Manusia/Sakil/dll tak pandang bulu, tanpa memilih, asal menikam, siap atau tidak siap, mereka terpaksa harus menelan pil pahit sebagai konsekuensi hidup. Kata siap hidup itu adil? Apakah ada bukti? Semuanya terjadi secara tidak imbang.
Cause the hardest part of this, is leaving you..
--Gerrard Way
I just really want to see your face again, and those smile,I've seen when you're crying
--Rektivianto Yoewono (The Sigit--Nowhere end)
Originally written by Shaquille Noorman ( yes I am )
Let you know me
I share my sins - I share my feel - I share my euphoria
MONTONG BABACOT MONTONG BALAGA, IEU AING!
Also visit my account in:
Tumblr CLICK HERE
MySpace CLICK HERE
Twitter CLICK HERE
Or, If you wanna find me in facebook just search the profile named "SHAQUILLE NOORMAN" it's only one in the world.
Enjoy my Fucking Blog don't forget to shout at me at my shout box. DarkReggards -sakil
Rabu, 19 Mei 2010
These are truly last days
Diposting oleh sakil slamtithesis di 23.21 0 komentar
Rabu, 05 Mei 2010
Serpihan Lebur Otak
Malam yang panjang dan sangat suntuk ini mengantarkan saya untuk menulis beberapa potong dan beberapa serpihan dari fragmen yang melebur dari otak saya sendiri,meledak dan melapuk menyatu dengan setiap detil oksigen yang kita hirup dan karbondioksida yang kita hempaskan, dengan setiap hidrogen yang kita tenggak bahkan dengan setiap tar-nikotin-karbonmonoksida yang tak kasat mata, namun selalu ada selalu hadir dan tak pernah berdusta.
---THE PIECES OF THESIS
Seorang Ibu dan anaknya berjalan menelusuri jalan jalan penuh bangkai di kota tua itu. Kota nyaris mati, nyaris tidak memiliki pola, tidak riil. Langkah demi langkah kalori terbakar satu demi satu, sang anak pun bertanya,"Mama, apa yang terjadi pada mayat itu ma?" seraya menunjuk bangkai manusia berkepala serigala, dengan uang yang berserakan di atas bajunya, tangannya pun masih menggenggam koper bertuliskan "komisi hari akhir". Ibunya pun menjawab pertanyaan anak itu,"Malang sekali nasibnya nak, merekalah yang sebenarnya memakaikan topeng kepada seluruh manusia, menghunuskan kebencian dan menyebarkan jutaan eksemplar kitab perang,mereka membunuh pikiran pikiran manusia, sehingga tidak memiliki kepekaan terhadap keadaan sekitar mereka, manusia pun tidak sadar bahwa mereka telah dibutakan.." sang anakpun tertegun bingung dan masih tetap berjalan, dan kembali akan bertanya,"Tapi Ma, kok bisa gitu?" Ibunya menjawab,"Sudahlah nak,terlalu panjang untuk Ibu jabarkan." Merekapun melanjutkan perjalanan.
Sekitar 4 hari kemudian Sang ibu dan anaknya baru sampai di rumahnya. Mereka bergegas bersih bersih dan kemudian beristirahat. Anak pun tertidur, sang Ibu pun ber metamorfosis menjadi sebuah mutan bersatir sarkastis, sangat sinis dan tajam.
"Bangkai telah menjadi bangkai. Nak, tahukah bangkai itu? Mengapa tak kamu kenali wajah wajah para bangkai itu? Mereka sering hadir di televisi, membanyol untuk kesemerawutan moral di negeri ini, mereka seringkali menipu untuk setiap manusia yang berinfestasi mati bumi yang rentan tradisi membuat mati dan keram kalam. Nak, mengapa tak kau susun saja serpihan serpihan itu? Tak kau ubah saja semua fragmen fragmen hidup? Manusia terlanjur membiarkan eksemplar kitab suci hangus terbakar dalam angan mereka sendiri. Manusia terlalu banyak bermonolog untuk setiap hologram hologram label major, berhalusinasi tentang hirarki yang selama ini mereka cari. Demi sebuah kekuasaan pada sebuah strata kehidupan. Untuk setiap hologram yang selama ini mereka bermonolog, untuk sebuah hirarki pada strata hidup yang selama ini mereka halusinasikan. Masihkah kalian berteriak dengan mulut dibungkam, teriakkan satir dengan berjuta telinga stereotipikal. Dungu polos dan rendah gairah. Sampaikan salam ibu ini pada seluruh umat yang akan kamu eksekusi anakku...
sampaikan salam ini sampai pedang terhunus untuk perang
by: Shaquille Noorman
Diposting oleh sakil slamtithesis di 23.57 0 komentar

