BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Let you know me

I love noise I addicted to noise, riot, and mosh pit. I love to hear death metal music, actually I am deathmetal head. I love to spend my long time in hate zone, I love to share all things with my fuckin beloved wife, I love to hanging out with all people in Lingkar Hitam Sindikat,I love cigarette, I love coffee. But sometimes I just wanna be alone, turn fuckin' off the lamp, and cooling my mind, listen my jazzy playlist with a glass of tea,this is myself.
I share my sins - I share my feel - I share my euphoria

MONTONG BABACOT MONTONG BALAGA, IEU AING!

Also visit my account in:
Tumblr CLICK HERE
MySpace CLICK HERE
Twitter CLICK HERE
Or, If you wanna find me in facebook just search the profile named "SHAQUILLE NOORMAN" it's only one in the world.

Enjoy my Fucking Blog don't forget to shout at me at my shout box. DarkReggards -sakil

Senin, 26 April 2010

unpredictable dewfall

Kejadian hari Minggu 25 April

Hari berlangsung seperti biasa dan aku ada janji lagi dengan kekasihku itu, sebenarnya aku tidak yakin aku akan bertemu denganya hari ini, untung salah satu temannya memberi tahu dia sedang di rumahnya dan tertidur karena habis latihan karate, well finally dia bangun dan mandi, saya pun telah sarapan dan mandi namun timbul masalah mobil tak ada di rumah, oke saya tunggu mobil datang karena sedang dipakai oleh ayah, ternyata kekasih saya sudah sampai di tempat dia menunggu dengan seorang temannya itu, tak lama mobil pun datang saya berniat untuk menjemputnya namun dia sudah lebih dulu, oke oke saya langsung saja menyusul dia, setelah sampai di pusat perbelanjaan itu saya mencarinya ke atas dan kebawah, ternyata dia sedang di pet shop bersama temannya saya pun menghampirinya, dan memang tempat yang dituju bukan pusat perbelanjaan itu namun, cafe di kompleks pusat perbelanjaan itu namun tidak satu gedung, singkat cerita akupun menuju cafe itu, yah kami menempati tempat di atas di sudut tepatnya meja nomor 4.
Jam menunjukkan pukul 2, tetapi pukul 4 dia berniat untuk berlatih karate lagi karena 2 minggu lagi akan ada kejuaraan tuturnya. Perbincangan kami dibuka dengan biasa, kami duduk bersebrangan, meja nomor 4 itu termasuk lesehan sehingga aku dan dia mencopot sepatu. Sesuai yang aku pernah bicarakan saat berbincang dengan dia hari itu saya membawa buku catatan yaaa buku coret coret saya dari mulai saya kelas 6 sd hingga kelas 9 dan akan masuk SMA ini.
Obrolan yang awalnya kaku mulai mencair berhubung kami biasanya hanya bisa seminggu sekali bertemu. Dan pelayan datang, saya pesan bread toast ice, dan dia pesan coklat dingin, kami berdua hanya tersenyum dan tersipu malu melihat buku buku catatan aku itu dari dulu, banyak sekali aku goreskan tinta di buku itu menceritakan dia. Setelah habis 3 buku coret coret saya dibaca semua, akupun memasukkan buku buku itu ke dalam tas ku, aku berpindah posisi tepat disampingnya, seuasana pun sepi, perbincangan pun semakin private, kami berbicara banyak hal banyak sekali, suasana semakin cair, aku kecup pipinya namun sedikit mengenai bibirnya dia merasa canggung, namun tak begitu lama suasana pun makin hening, dia berkata ,"maaf kalo aku belom bisa ngertiin kamu buat itu ya, tapi bukan karena ga sayang,aku sayang kamu kok.." dengan mimik wajah tersenyum sayu, makin terenyuh lah saya. Dia tersenyum dengan mata yang berkaca kaca, aku pun begitu, aku merasa takut sekali kehilangan dia. Walaupun perbincangan masih juga tentang hal yang sudah lampau kami perbincangkan, namun tak bosan rasanya, jam pun hampir menunjukkan pukul 4, rasanya tak lama lagi kita bertemu hari ini, sedih memang sangat sedih, aku kecup keningnya saat jam hampir menunjukkan pukul 4 dia akan bergegas pulang namun Tuhan berkata lain, temannya yang tadi menemani dia, mengirimkan sms yaitu tidak jadi latihan karate karena ada keperluan. Hati aku pun lega,"uhhh untung saja, masih lama aku bisa bercengkrama dengan dia.." gumamku dalam hati. Saya masih obrolkan hal itu namun dia belum saja mau dan mengerti, sudahlah. Akupun bersender di temboknya sambil duduk dan meluruskan kaki, seakan kesal karena dia belum juga mengerti. Dia pun menyenderkan kepalanya di pundakku. Nyaman sekali rasanya, sambil berfikir bagaimana rasanya kehilangan dia, satu tetes dua tetes air mata mulai jatuh dari mataku yang sudah berkaca kaca daritadi, dia menatap mataku dan berkata lirih,"sayang,kamu nangis? Jangan nangis dong sayang, aku ga akan pergi sayang.." dan akupun menjawab,"ennga kok aku ga nangis sayang hehehe aku cuma takut kehilangan kamu aja sayang.." sambil berbohong karena sebenarnya saya memang nangis. Beberapa kali hal seperti itu terjadi pada sore ini, nyaman sekali rasanya, sedih sangat sedih. Namun dia masih memegang komitmenya untuk belom bisa mengerti dalam hal ini, matanya menatap lurus pada mataku, bibirnya tersenyum rasa sayang yang meluap membuat saya menatapnya nanar dan aku mengecup bibirnya, tapi reaksi dia diluar dugaan dia memalingkan wajahnya dariku, membuang jauh jauh tatapanya, aku bertanya dan dia hanya menjawab,"udah aku bilang aku engga mau,kamu tuh manfaatin aku banget ya!" aku terus meminta maaf namun dia tetap saja acuh namun dengan mata yang berkaca kaca. "Padahal saya tidak menuntut apapun dalam hubungan kita selama 1,7 taun ini, aku ga banyak maunya sayang.." tandas ku, namun dia terus menjawab,"Tapi aku gamau, kamu ga ngehargain komitmen aku.." dia berulang ulang mengucapkan seperti itu saat aku meminta maaf kepadanya, dan akupun merasa kecewa dan cape hati karena dia dulu pernah mengiyakan satu keinginan saya itu, ya akupun berkata ,"aku cape,dari tadi aku minta maaf sama kamu, buat selama ini aku ga ngasih tuntutan ini itu ke kamu selama 1,7 taun ini, aku cape mending aku pulang, nih!" Sambil aku memberikan uang untuk membayar pesanan aku itu,lantas mengambil kunci mobil,dan memakai sepatu, dia hanya menatapku dengan pasrah dan lirih, akupun berdiri dan hendak melangkahkan kaki, namun dia menunduk, dan berkata pelan,"kamu ko gitu sih.." Dia mengambil bantal dan menutup mukanya dengan bantal sambil menunduk dan menangis aku terdiam, dan menatap dia yang menangis aku pegang pundaknya dan terus meminta maaf tak terasa air mata dari mataku pun berjatuhan seperti meteor shower yang terjadi belum lama ini, dia terus menangis dan aku peluk dia dan meminta maaf tak kuat aku melihat wajahnya yang menangis, akupun menangis lepas, kita sama sama menangis seperti anak kecil yang baru saja kehilangan balon, aku meminta maaf dan menatap matanya yang masih sangat ber-air, dan diapun menyusutkan air mataku aku menyusutkan air matanya, setelah kami menangis lepas, dia pun berkata,"aku sayang sama kamu, kamu ngertiin aku ya, maaf minta kamu ngertiin aku lagi ya sayang, aku sayang kamu.." lantas aku jawab,"iya sayang apapun yang kamu mau, aku turutin sekarang sayang,maafin aku ya maafin aku.." sambil masih tersendu dan kamipun berpelukan dan dia berkata sambil menatap mataku sekarang,"sayang,merem deh.." dikecup lah pipi aku, dan kami berpelukan dan akan bergegas pulang, dan ke wc untuk melihat ke kaca, sial ucapku aku benar benar seperti habis menangis, aku cuci muka, dia juga mencuci mukanya, lalu kami turun kebawah dan membayar, dan temanya sudah menunggunya di depan cafe tersebut dan aku mengantarkannya ke temannya itu. Perasaan kangen pun tak terelakkan lagi akupun bergegas ke lantai atas basement untuk menaikki mobil dan pulang, huh sangat tak ingin pisah rasanya. Tapi apa lacur, aku sayang dia. demiTuhan.

sxn

0 komentar: